MENGAPA BERINVESTASI DI BALI ?
Bali bukan sekadar tren. Ini adalah pasar yang telah matang, dengan fondasi yang kuat dan peluang nyata bagi investor serius.
MENGAPA BALI MENARIK PARA INVESTOR ?
Bali jauh lebih dari sekadar destinasi liburan. Ini adalah salah satu pulau paling banyak dikunjungi di dunia, dengan pariwisata yang terus berkembang dan permintaan sewa yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Pada tahun 2025, Bali menyambut hampir 7 juta wisatawan mancanegara, rekor bersejarah, melampaui bahkan angka sebelum pandemi. Setiap tahun, gelombang baru wisatawan menemukan pulau ini: digital nomad, pensiunan Eropa, keluarga Australia, wisatawan mewah Asia.
Arus wisatawan ini menciptakan permintaan sewa yang kuat dan berkelanjutan, menjadikan Bali salah satu pasar real estat paling menarik di Asia Tenggara.
PUNYA PROYEK DALAM PIKIRAN ?
Baik Anda masih dalam tahap eksplorasi atau siap untuk mengambil tindakan, saya menjawab setiap permintaan secara pribadi. Mari bicara tentang proyek Anda.
YANG BERUBAH
Otoritas Indonesia memperketat kontrol atas bangunan ilegal dan sewa tanpa izin
Proyek yang dibangun dengan baik, berlokasi strategis, dan dikelola dengan profesional semakin menonjol
Pulau ini bukan lagi "Wild West" properti — ini adalah pasar yang semakin profesional
Permintaan pariwisata yang secara struktural kuat
Harga masih sangat kompetitif dibandingkan Eropa, Australia, atau Amerika Serikat
Potensi apresiasi modal jangka panjang yang nyata
PASAR PROPERTI BALI
Pasar yang telah dewasa, bukan gelembung.
Setelah euforia pasca-pandemi tahun 2022–2024, pasar properti Bali memasuki fase kematangan pada tahun 2026. Proyek berkualitas rendah dan janji imbal hasil yang tidak realistis digantikan oleh lingkungan yang lebih selektif, yang merupakan kabar baik bagi investor serius.
YANG TETAP ADA
Dan satu proyek besar yang patut diperhatikan: pembangunan bandara internasional kedua di Bali utara, disetujui oleh Presiden Indonesia pada tahun 2025 dengan rencana investasi sebesar 3 miliar dolar. Sebuah proyek ambisius yang, jika terwujud, dapat secara mendalam mengubah Bali utara dan mendistribusikan kembali permintaan properti di seluruh pulau.
LEASEHOLD DIJELASKAN SECARA SEDERHANA
Di Indonesia, warga asing tidak dapat memiliki hak milik penuh (freehold) atas tanah. Solusi yang paling umum dan paling mudah diakses adalah leasehold — perjanjian penggunaan lahan jangka panjang yang memberi Anda semua hak untuk menggunakan dan menikmati properti.
Leasehold: berinvestasi secara legal sebagai warga asing.
CARA KERJANYA ?
Anda menandatangani perjanjian sewa untuk jangka waktu biasanya 25 hingga 30 tahun
Sewa dapat diperpanjang dan dapat diperpanjang sebelum masa berlakunya habis
Anda dapat menyewakan, merenovasi, dan menjual kembali properti Anda selama masa sewa
Kontrak dinotariskan dan mengikat secara hukum
Artinya dalam praktik: Leasehold 30 tahun yang terstruktur dengan baik memungkinkan Anda menikmati vila sepenuhnya, menghasilkan pendapatan sewa, dan menjual kembali hak sewa Anda dengan keuntungan jika pasar berkembang dengan menguntungkan.
Kuncinya: bekerja sama dengan pakar hukum yang tepat sejak awal. Itulah yang saya lakukan untuk setiap proyek.
ANGKA-ANGKA KUNCI
Bali dalam angka (2025–2026)
7 juta wisatawan mancanegara pada 2025 — rekor bersejarah
+10% pertumbuhan kedatangan internasional pada 2025 vs 2024
7% hingga 14% imbal hasil sewa bruto tahunan untuk vila yang berlokasi strategis
3 miliar dolar diinvestasikan untuk bandara internasional ke-2 di Bali utara
87% listing properti di Bali adalah vila — kelas aset yang paling diminati
Top 3 destinasi global untuk digital nomad (Airbnb, Nomad List)

